Valentine Trivia!

Zulika Citraning


1. Anniversary?
24 Juni 2014
Pukul 17:42

2. First date?
First date setelah beneran pacaran sih di sebuah coffee shop daerah Renon. Cuma menurut Bhaga, first date kita itu waktu malam tahun baru di Die Stube, Kemang.
Disepik pakai Erdinger Dunkel. Meh.

screen-shot-2017-02-10-at-4-41-13-pm Malam tahun baru 2012 di Die Stube.

Sepikan andalannya Bhaga adalah,”Pacar kamu bisa bikin lagu? Aku bisa ngajarin kamu bikin bir.” Only God knows how many times he said that. :p

3. How did you first meet?
Kalau pertama kali ‘berinteraksi’ sih di Twitter. Out of nowhere, Bhaga nyamber tweet gue gitu. Nah, besoknya kan gue ketemuan sama Andi dan Aam di rumah makan nyokap gue di Kemang. Eh terus Bhaga nyusul, di situ kita baru kenalan.

4. What is “your song” together?
Apa ya? Yang ada sih lagu yang gue kasih ke Bhaga, dan Bhaga kasih ke gue.
Tapi ada satu lagu yang setiap gue…

View original post 582 more words

Advertisements

Anak Lelaki

Hai kamu,
Anak lelaki yang ngakunya pemain basket tapi tingginya tak lebih dari 165cm.
Anak lelaki yang sering kuejek karena tinggi kita akan sama tiap aku memakai stiletto kesayanganku.
Anak lelaki yang umurnya dua tahun dibawahku tapi sering sok dengan bertingkah lebih tua dariku.
Anak lelaki yang rambutnya seperti micky mouse karena depannya kosong.
Anak lelaki yang membawakan aku yakiniku saat aku sakit dan tak mau makan ditengah malam.
Anak lelaki yang baru setengah tahun kukenal tapi berlagak seperti sudah mengenalku 10 tahun.
Anak lelaki yang akan mematikan rokoknya tiap aku berada disekelilingnya.
Anak lelaki yang sepertinya aku jatuh hati padanya.

Ini perkenalanku untukmu.
Salam,
Anak perempuan berkacamata yang sering kau buat kesal.

Surat Yang Tak Terbaca

Kepada kamu yang tingginya 163cm dan anak basket.
Sepertinya aku tak bosan-bosan menuliskan surat untukmu meski tak satupun suratku kau baca. Tapi tak mengapa, aku sudah cukup senang walau hanya aku dan tukang posku yang mengetahui surat ini.
Kamu orang pertama yang akhir-akhir ini kuhubungi setiap kali aku bosan. Ah tunggu sebentar, aku tak hanya menghubungimu saat bosan saja. Saat aku sakit dan ingin makan sesuatu, aku juga menghubungimu. Saat aku impulsif dan ingin bertemu laut, aku juga menghubungimu. Saat moodku sedang tidak baik, kamu juga orang pertama yang tahu. Saat apapun itu, sepertinya aku selalu menghubungi.
Iya, aku tahu bahwa aku hanya mencari-cari alasan untuk ngobrol denganmu. Atau sekedar tahu kabarmu, meskipun kita pasti bertemu tiap sore di parkiran kampus. Kamu akan ada disana, menghisap rokokmu dengan khidmat yang kemudian akan buru-buru kau matikan saat melihatku dikejauhan. Karena kau tahu saat aku tiba didekatmu, aku akan pura-pura batuk untuk menyindir bau rokokmu.
Ekspresiku selalu berubah-ubah tiap didekatmu. Kadang bibirku maju lima centi karena ejekanmu, kadang tertarik kesamping akibat tingkahmu. Ada kalanya urat leherku mengencang saat beradu pendapat denganmu. Atau mataku mendelik tajam saat melihat rokok ditanganmu.
Ada banyak hal yang tak ada habisnya saat bersamamu. Akan kuceritakan lagi disurat yang lain ya. Surat yang ini cukup sampai disini.

Sampai ketemu nanti malam.

Beda tapi sama

Hai kamu, iya kamu lagi kamu lagi. Aku masih kehabisan ide dan kamu lagi yang muncul di kepalaku.
Kamu sadar gak sih kalo kita beda banget? Aku mikir pendek, kamunya pikir dua langkah kedepan. Aku suka hal simpel, kamunya suka hal ribet. Aku pemilih makanan, kamu pemakan segala. Aku segala sesuatunya keliatan di mimik muka, sedangkan kamu emosi gak ada. Aku kalo ngelakuin sesuatu jatohnya ribet, kamu kalo ngelakuin sesuatu jatohnya gampang. Aku seorang introvert, kamunya seorang ekstrovert. Dan masih banyak lagi bedanya. Aku capek nulisnya, sisanya kamu pikiran aja sendiri ya.
Tapi biarpun perbedaan kita banyak, masih bisa nyambung. Karena sama-sama gila, penyuka jalanan, dan tipikal orang nekat. Selebihnya? Beda jauh. Kamu orang pertama yang mau diajakin jalan jauh dadakan pas lagi hujan. Kamu juga orang pertama yang mau diajakin ke kondangan acak cuma karena ingin kondangan tapi gak ada undangan.
Ada banyak sekali perbedaan dan kesamaan pada waktu yang sama. Kita berbeda tapi sama. Dan sepertinya sulit untuk merasa bosan padamu teman. Walaupun kau tetap saja menyebalkan.
Salam,
Teman kesayanganmu
Ps: minggu malam jadi nonton basket kan? Nyarikan aku gebetan anak basket? Ehe.

Partner Gila

Hai kamu,
Kutak perlu tanya kabarmu karena kita akan ketemu nanti malam. Tujuanku menulis surat ini hanya sekedar becerita padamu tanpa emosi. Karna kau tahu sendiri kan, aku gampang emosi kalau bersamamu. Karena kau sangat menyebalkan. Sangat! Sampai rasanya setiap kau bernafas saja sudah cukup untuk membuatku kesal.
Jadi kalau dipikir-pikir kita sudah jalan bareng selama 3 bulan? Entahlah aku lupa. Yang jelas ada saja hal tentangmu yang membuatku kesal. Tapi, ada tapinya ini. Kamu itu menyenangkan. Cuek, masa bodo sama orang lain, obrolannya nyambung, dan gila. Itu hal yang paling utama buatku. Karena bertemu orang yang kegilaannya bisa menyamaiku itu suatu hal yang wah buatku.
Ada tuh suatu sore jalan jauh-jauh pas gerimis keluar kota cuma buat naik odong odong berlampu. Ada juga dadakan pergi ke pantai gak bawa baju ganti. Ada juga jalan seharian ngalor berdua gak pake mandi, dasteran dan masuk restoran. Jadi walaupun kamu itu ngeselinnya kebangetan karena sering sekali becandain aku, akunya tetap betah. Ya karena itu tadi, kamu menyenangkan.


Sudah dulu ya. Suratku segini aja dulu. Besar kemungkinan topik suratku seminggu kedepan semua tentang kamu. Tapi ingat, jangan geer. Aku gak naksir kamu, aku cuma senang berteman denganmu.
Salam,
Parter gilamu.

Tentang Karin “awkarin” Novilda, Line, dan Liverpool.

inineracauan

Tulisan di bawah ini adalah hasil pemikiran saya yang mengganggu di tanggal 19 Juli 2016, yang membuat saya memutuskan untuk tidak tidur dan terus menulis sampai jam 5 pagi. Sebuah ceplas-ceplos tanpa propaganda apapun yang akhirnya saya post di account Line saya, atas nama ndari, untuk dibaca teman-teman. Kenapa di Line? Karena tulisan ini tanpa melalui proses endapan dan editing apapun seperti biasanya ritual saya. Jadi jelas, banyak kesalahan EYD, kalimat-kalimatnya tidak koheren, banyak jokes garing, sarkasme sampah, dan perumpamaan yang bikin fans-fans Liverpool mengira saya mem-bully klub favorit mereka.

Sama sekali tidak saya duga, ternyata tulisan ini viral ke mana-mana. Dalam tiga hari, terakhir kali saya cek, tulisan ini di-share kurang lebih 16 ribu orang. Tulisan saya sudah di-copas oleh beberapa official account tanpa ijin, ada yang mencantumkan credit dan ada yang tidak. Tapi saya anggap itu konsekuensi dari menulis status di Line, bukannya lewat platform yang…

View original post 2,558 more words

Kritik Dan Kedewasaan Berkarya

@ernestprakasa

Kritik.

Sebuah kata yang membuat jeri sebagian orang, terutama seniman.

Sejak terjun sebagai full-time stand-up comedian bulan Agustus 2011 lalu, gue menganggap profesi gue adalah seniman. Orang yang menyandarkan hidupnya pada karya seni yang ia buat, dalam hal gue, seni komedi.

Harus diakui, menerima kritik dengan lapang dada itu butuh proses. Saat awal kita belajar menghasilkan karya, kritik terasa begitu menyakitkan. “Gue udah bikin cape-cape, eh malah dihina-hina. Jahat banget!”, gitu kira-kira perasaan kami.

Tapi lambat laun, gue mulai merasa kritik itu penting. Dan gue ngomong gini biar terkesan sportif atau legowo, enggak. I seriously embrace critics.

Menurut gue, kritikus itu ada 2 macam:

  1. Kritikus Biasa

Ini adalah kritikus pada umumnya. Argumen dalam kritiknya biasanya substansial dan lugas.

  1. Kritikus “Spesial”

Istilah “spesial” ini gue sematkan pada kritikus yang mengkritik sudah bukan pada substansinya saja, melainkan sudah melancarkan serangan yang bersifat pribadi. Ciri-ciri kritik seperti ini biasanya dipenuhi istilah-istilah yang bombastis…

View original post 301 more words

Perihal Gemuk Menggemuk

Hai lagi kamu,

setelah absen 2 postingan di #30HariMenulisSuratCinta, aku ikutan projek menulis lagi di #MaretMenulis.

Temanya bebas, gak perlu di cc-in ke siapa-siapa cukup posting terus pake tagar #MaretMenulis. Temanya bebas, spontan, dan sopan. Jadi ya suka-suka kamu ajalah ya.

So, here we go.

Aku termasuk orang yang susah gemuk. Mau makan sebanyak apapun ya gak gemuk-gemuk. Jangan tanya kemana semua makanan yang aku makan, aku sendiri juga gak ngerti. Padahal makan 3x sehari. Terus suka nyemil juga. Porsi makanku juga termasuk banyak. Tapi ya gak gemuk.

Aku gaperlu khawatir kalau makan tengah malam. Gak perlu ribet juga ngatur pola makan. Aku juga bukan tipe orang yang suka berolahraga. Wong disuruh lari aja mukaku langsung biru.:))

Dan itu sudah berlaku dari aku kecil sampai sekarang. Nah, selama sebulan terakhir aku lagi rajin berenang. Eh bukan berenang deng. Aku sengaja ngambil les berenang karena dari kecil gak bisa-bisa berenang padahal rumah deket banget sama gelanggang. Jangan tanya kenapa.

Jadi aku itu les berenang selama sebulan. Seminggu 2x pertemuan. Setiap pertemuan itu berenangnya selama 1,5 jam. Dan itu capek banget sumpah. Sebagai orang yang gak pernah olahraga, renang itu menguras tenaga banget. 1 minggu pertama badanku itu serasa digebukin orang. Sakit banget! Beneran gak bohong. Betisku berasa ketarik, bahuku juga sakit banget, paha bagian dalam juga jadi kencang.

Apa itu bikin aku nyerah? Jawabannya engga dong. Karena asik, akhirnya ada juga satu bidang olahraga yang aku bisa ehehe. Nah selama les berenang itu, nafsu makanku ya biasa aja sih. Gak nambah, gak berkurang. Cuma ya habis berenang aku pasti makan. Dan ternyata setelah selesai les berenang itu, berat badanku naik loh. Seriusan naik.

Jadi berat badan awalku itu 40kg. Sekarang berat badanku jadi 44kg. Naik 4kg. Subhanallah *sujud sukur*. Tapi cuma lingkar beha aja yang berubah. Yang lain gak berubah. Padahal naiknya signifikan. Antara sedih atau mesti bersyukur.

Trus kesimpulannya apa? Ya aku nail berat badan karena olahraga. Gak perlu pake ini itu. Gak pake suplemen juga. Cuma olahraga dan voila! Berat badan naik tapi pipi gak chubby. Jadinya gemuknya itu padet. Gak gelember juga.

Udah segitu aja dulu. Sampai ketemu di tulisan lainnya.

Perempuan Ter-

Kamu adalah perempuan tercantik yang pernah kulihat. Senyumanmu mampu menbuat orang lain ikut tersenyum. Sinar matamu memancarkan kehangatan. Tak usah kau pikirkan kerutan di wajahmu, kau tetap cantik seperti dahulu. Semua tergambar jelas dari pribadimu yang menyenangkan.

Kamu adalah perempuan terkuat yang pernah kutemui. Kau bisa menopang kehidupanmu sendiri serta anakmu. Kau bisa mengatasi semua masalah. Kau bahkan tak mengeluh saat tubuhmu kelelahan. Dan kaupun siap pasang badan saat ada yang melukai anakmu.

Kamu adalah perempuan terkasih yang pernah kukenal. Kau menyayangi anakmu sepenuh hati. Kau ikut menderita saat anakmu sakit. Kau mudah berempati kepada orang lain. Kaupun tetap sabar menghadapi anakmu yang keras kepala.

Kamu adalah perempuanku. Kamu adalah segalaku. Kamu adalah alasanku berjuang hingga saat ini. Kamu adalah perempuan yang ter- untukku. Karena kamu adalah ibuku.

Tertanda,

-anak perempuanmu-